Gunung Bromo; Gunung Megah dengan Hamparan Pasir

51 Dilihat

Gunung Bromo

Indonesia memang negara yang kaya akan seni dan budaya. Bahkan banyak wilayah yang kemudian jadi buruan wisatawan mancanegara. Salah satu yang eksis adalah Gunung Bromo. Selain memiliki pemandangan indah, Bromo juga menyuguhkan berbagai aktivitas menarik.

Gunung Bromo Probolinggo

Perlu Anda ketahui bahwa Gunung Bromo sendiri termasuk dalam Kaldera Tengger. Begitu pula keempat anak gunung lainnya yaitu Gunung Batok, Gunung Widodaren, Gunung Kursi dan Gunung Watangen. Bromo sendiri menjadi satu-satunya gunung berapi aktif di kawasan tersebut.

Tingginya mencapai 2329 mdpl yaitu sekitar 200 m dari dasar Kaldera. Masuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru gunung yang satu ini punya sejarah tersendiri. Pandangannya sungguh menakjubkan. Bukan hanya soal hamparan bukit yang mudah didaki.

Tapi juga kawasan pasir yang lapang, udara sejuk, serta hamparan kawah pegunungan. Apalagi dengan pesona sunrise di atas puncak. Tentunya memberikan tersendiri pada pengunjung yang datang.

Sejarah Letusan Gunung Bromo

Sebagai gunung berapi aktif di Jawa Timur. Gunung satu ini memang punya catatan sejarah yang cukup panjang. Jika melihat catatan sejarah oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Awal Bromo meletis adalah tahun 1804.

Tidak berhenti di situ, letusan paling besar terjadi pada 1974. Masih begitu hangat, pada 2016 dan 2019 pun tak luput dari letusan. Bahkan saat ini pun gunung tersebut masih dalam status waspada. Oleh sebab itu setiap pengunjung tidak boleh mendekati kawah aktif dalam radius 1 km.

Setelah berkali-kali meletus pun, belum ada kepastian mengenai daur erupsi Bromo. Jarak letusan terpendek ada catatan kurang dari satu tahun. Sedangkan masa istirahat terpanjang terhitung sampai 16 tahun.

Aktivitas Menarik di Gunung Bromo

Sebagai rekomendasi wisata pegunungan dengan jalur pendakian cukup mudah, Bromo menawarkan beragam kegiatan menarik di atas bukit. Wisata dengan luas 800 kmĀ² ini amat sayang jika hanya menjadi latar foto saja. Jangan lewatkan aktivitas seru berikut.

Eksotisme Pasir Berbisik

Bromo punya kawasan berpasir hitam yang luas dan eksotis. Ketika angin bertiup, butiran pasirnya pun beterbangan menciptakan suara seperti bisikan di telinga. Dari kejauhan, nampak anak Gunung Bromo yang terselimuti awan.

Areanya sangat luas sehingga Anda bisa leluasa menikmati pemandangan meski lagi padat wisatawan. Kawasan pasirnya bergelombang dengan barisan awan yang turun dari tebing Kaldera Bromo menyentuh hamparan.

Berburu Sunrise

Ini dia panorama yang selalu diburi wisatawan saat berada di Bromo Tengger Semeru, yaitu matahari terbit. Bisa menyaksikan detik-detik munculnya matahari merupakan anugrah dari yang Maha Kuasa. Alam yang sebelumnya gelap dan dingin, seiring waktu menjadi hangat.

Untuk menyaksikan keajaiban tersebut, pengunjung bisa menginap di malam sebelumnya. Selanjutnya bisa langsung mendaki melalui tiga jalur berbeda yaitu bUkit Cinta, Bukit Mentigen dan Bukit Penanjakan.

Malam Bertabur Bintang

Ingin merasakan sensasi wisata yang tiada dua dan mengukir kenangan memorable? Menginap di Ranu Kumbolo bisa jadi pilihan tepat. Setelah puas berkeliling Bromo di siang hari, istirahatkan badan dengan camping di Surganya Gunung Semeru.

Di sinilah spot terbaik melihat jutaan bintang di langit. Pemburu milky way pasti puas dengan pemandangan langit malam di sana. Meski tidak ada lampu yang menerangi, bintang gemerlapan seolah cukup menjadi cahaya malam itu.

Pura Luhur Poten

Saat Anda berada di daerah padang pasir Bromo, di tengah-tengahnya ada sebuah bangunan pura. Tempat ini bahkan sudah ada sejak awal abad imi. Inilah satu-satunya bangunan di Bromo yang jadi tempat berlangsungnya upacara adat Yadnya Kasada.

Upacara ini dilakukan saat bulan purnama muncul. Di mana umat Hindu kuno melakukan upacara hingga dua hari lamanya. Saat itulah masyarakat Suku Tengger berbondong-bondong mendatangi Pura Luhur Poten membawa berbagai hasil bumi.

Alamat Gunung Bromo

Wisata alam yang satu ini berada di Desa Ngadisari, Sukapura, Probolinggo, Jawa Timur. Jika berkunjung pada haria biasa, harga tiketnya Rp 29.000. Sedangkan saat weekend mencapai Rp 34.000. namun sebelum menuju pintu masuk akan ada loket pemerintah yang menarik Rp 15.000.

Itulah sejarah juga berbagai aktivitas di Gunung Bromo yang harus Anda coba saat berkunjung. Jangan hanya berfoto saja, ada banyak hal yang tidak boleh terlewatkan.

 

Galeri untuk Gunung Bromo; Gunung Megah dengan Hamparan Pasir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *